Rabu, 07 Desember 2016

SAJAK DALAM ILMU BALAGHAH


SAJAK DALAM ILMU BALAGHAH 

                       
                 

                     Inilah pengertian sajak serta contoh-contohnya yang saya terjemahkan dari buku
                     kumpulan ilmu Balaghah dari guru saya, semoga bermanfaat :)
Sajak secara bahasa bermakna bunyi atau indah, sedangkan secara istilah merupakan persesuaian dua fashilah (kata terakhir dari setiap bagian kalimat) dari bentuk natsar (prosa). Serta utamanya sajak adalah persamaan dalam bentuk natsar baik ayat Al-Qur’an maupun yang lain. Dan sajak dibagi menjadi tiga bagian : 

a. Yang pertama adalah السَجَعُ الْمُطَرَّفْ   merupakan perbedaan dua fashilah pada wazannya dan memiliki kesamaan pada irama / huruf akhirnya.
                    Contoh :
مَا لَكُمْ لاَ تَرْجُوْنَ لِلهِ وَقَارًا . وَقَدْ خَلَقَكُمْ اَطْوَارًا
Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?(13), dan sungguh Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian)(14). (Q.S, Nuh :13-14).

Yang disebut fashilah yaitu مَا لَكُمْ لاَ تَرْجُوْنَ لِلهِ وَقَارًا, sedangkan yang dinamakan faqrah adalah  وَقَرًا , serta yang disebut dengan taqfiyah adalah رًا , begitu juga dengan ayat kedua. 
اَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهٰدًا . وَالْجِبَالَ اَوْتَادًا
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, (6) dan gunung-gunung sebagai pasak? (7). (Q.S. An-naba’ : 6-7)
b. Kedua السَجَعُ الْمُرَصَّع adalah persamaan beberapa lafadh pada salah satu dari dua faqrah atau lebih, atau sebagian besar lafadhnya sama dalam wazan dan taqfiyahnya. Contoh : 
إِنَّ بَعْدَ الْكَدْرِ صَفْوًا وَ بَعْدَ الْمَطَرِ صَحْوًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu kemudahan, dan setelah hujan itu terang. 
   
c. Ketigaالْمُتَوَازِى  السَّجَع  (sajak mutawazi) merupakan persamaan dua faqrah pada wazan dan taqfiyahnya. Contoh : 
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ . وَاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ
Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, (13) dan gelas-gelas yang disediakan (di dekatnya) (14). (Q.S. Al-ghasyiyah :13-14)

Dan sajak terdiri atas sukun atau akhir dari lafadh, serta sebagus-bagusnya sajak adalah yang jumlah huruf dalam faqrahnya sama. Contoh : 

فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍ . وَطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍ . وَظِلٍّ مَّمْدُوْدٍ
(Mereka) beradadi antara pohon bidara yang tidak berduri, (28) dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), (29) dan naungan yang terbentang luas, (30).
 (Q.S. Al-Waqi’ah : 28-30)

Faqrah مَّخْضُوْدٍ memiliki jumlah huruf lima, begitu juga dengan faqrah-faqrah ayat selanjutnya, buktikanlah!
Kemudian kalimat kedua yang kalimatnya lebih panjang , contoh :
وَ النَّجْمِ اِذَا هَوٰى . مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰى
Demi bintang ketika terbenam, (1) kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru (2). (Q.S. An-Njm : 1-2)

Ayat kedua lebih panjang kalimahnya dari pada ayat pertama. Kemudian kalimat ketiga yang lebih panjang dari kalimat pertama dan kedua, contoh : 

النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِ . اِذْهُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌ . وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌ
Yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar, (5) ketika mereka duduk disekitarnya,(6) sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin (7). (Q.S. Al-Buruuj : 5-7)